Sabtu, 03 September 2016

Potensi Kerajinan Dari Bahan Bekas

kerajinan dari bahan bekas


Kerajinan dari bahan bekas mempunyai potensi luar biasa untuk di jadikan sebagai sumber penghasilan. Modalnya tidak besar dan utamanya adalah ide serta kreatifitas untuk menjadikan sesuatu yang menarik dan layak jual.

Bukan itu saja kerajinan dari bahan bekas juga bisa menyerap tenaga kerja cukup banyak jika di koordinir secara rapi mulai dari lingkungan RT dan RW yang bisa di duplikasi ke daerah-daerah lain untuk memberdayakan ibu-ibu dan tenaga kerja lainnya yang saat ini sangat potensial di negara kita.

Semisal karung goni, ada yang bekas ada yang baru. Kini telah banyak di buat bermacam-macam produk yang punya nilai jual lumayan. Seperti contohnya di Bali, permintaan untuk tas karung goni yang terbuat dari karung goni bekas cukup tinggi dan itu di kirim ke Perancis.

Dari bahan bekas goni itu bukan saja bisa di buat tas, tapi bisa untuk bentuk lain yang menghasilkan keuntungan lumayan. Contohnya untuk menutup jalan yang baru di cor di perlukan jumlah karung goni dengan kuantiti yang besar. Ini bisa di support dengan cara menggunakan karung bekas lalu di buka dan di jahit ulang selebar permintaan. Nilainya bisa di bayangkan.

Di pihak lain, penggunaan karung goni baru yang masih dalam bentuk meteran ( karung goni meteran ) kini sangat banyak di kreasikan untuk kebutuhan kraf serta barang-barang lain yang artistik serta nilai jual tinggi. Contoh-contoh sukses sudah bisa di temukan dalam hal penggunaan karung goni untuk membuat kerajinan. Lebih-lebih kalau pandai mengkreasikannya dengan material lain dengan model yang unik, niscaya akan mendatangkan keuntungan melimpah.

Dan proses untuk memulai usaha membuat kerajinan dari bahan bekas sebetulnya tidaklah sesulit yang di bayangkan, yang penting ada kemauan lalu mencoba meng-eksplore bentuk, model, gambar dan lain-lainnya di internet. Dari situ akan di dapat gaya kita sendiri lalu mulailah mencoba membuatnya secara kecil-kecilan dan kenalkan ke teman-teman terdekat dahulu, lihat responnya. Dari situ akan terlihat bahwa model yang kita buat itu memenuhi selera pasar atau tidak.

Baca juga :